Thursday, February 3, 2011

Hasil Tes Tabrak C-NCAP (China) Tidak Dipercaya!

BEIJING, KOMPAS.com – Artikel yang ditulis ChinaAutoweb 11 Januari lalu cukup menggelitik: Is C-NCAP a Scam? Apakah hasil tes tabrak China New Car Assesment Program (C-NCAP) sebuah penipuan? Dijelaskan, C-NCAP yang berada di bawah China Automotive Technology and Research Centre (CATARC) sejak 2006, telah melakukan tes tabrakan lebih dari 100 model mobil. Sebagian adalah produksi asli China dan perusahaan pantungan China dengan mitra asingnya.

Menurut situs tersebut, pembacanya akhir-akhir ini sering menanyakan, mengapa mereka tidak menulis laporan hasil tes C-NCAP?

Jawabannya, hasil tes C-NACP kontroversial dan tidak bisa dipercaya! “Namanya memang mengacu kepada lembaga yang sangat dipercaya melakukan tes tabrakan di dunia, yaitu N-CAP NTHSA di Amerika Serikat, Euro N-CAP, A-NCAP Australia atau N-CAP Latin. Faktanya tidak demikian,” jelas situs tersebut. Kok bisa?

Tidak Resmi
Dijelaskan, hasil tes C-NCAP tidak resmi karena tidak mengikuti standar industri. Kendati dikelola oleh CATARC - lembaga berafiliasi dengan pemerintah – keberadaaan C-NCAP juga belum resmi. Cara kerja mereka tertutup, regulasi dibuat seperti mengontrol bisnis.

Li Weijing, Kepala Administrasi C-NCAP mengatakan, ”Standar (untuk keamanan kendaraan) formula kami memang tidak sesuai dengan pemerintah atau industri. Peraturan dan prosedur ditentukan oleh pusat (CATARC). Kami membuat aturan dan diminta menentukan aspek pengetesannya.” Ketidaknetralan dan ketidakjujuran lembaga tersebut karena aktivitas mereka mengutamakan laba. “Kami tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” jelas Li Weijing. Karena itu pula, hasil C-NCAP dinilai mencari keuntungan (menjual majalah dan mobil baru).

Menurut supervisor CATARC, lembaga tersebut harus membayar sekitar 80 persen untuk biaya tes yang mencapai jutaan dolar setiap tahun. Sementara produsen mobil hanya memberi ongkos untuk model yang tes.

“Uang dapat membeli lebih banyak bintang?” Tulis ChinaAutoWeb lagi. C-NCAP pun membela diri, “Kehadiran kami di industri otomotif adalah untuk melayani anggota. Saya menilai cara tersebut normal termasuk memberikan layanan lebih.”.

Tidak “Fair”
Dijelaskan pula, dibandingkan dengan tes NCAP di bagian dunia lain, C-NAP kurang lengkap dan kurang ketat. Hasil bisa dikompromikan!

Tiga kriteria tes yang dijalan C-NAP tes tabrakan dari depan atau frontal 100 persen dan 40 persen overlap dan tabrakan samping. Untuk tabrakan dengan pejalan kaki, tabrakan dari belakang dan dengan tiang di samping, tidak ada.

Disamping itu, tes dilakukan pada kecepatan lebih rendah dibandingkan standar NCAP lain. C-NCAP melakukan tes pada 50 km/jam, sedangkan Eropa 64 km/jam dan Australia, Amerika Latin plus Amerika Serikat 56 km/jam.

Karena itulah, ketika sebagian besar konsumen China, disodorkan data C-NAP, banyak yang tidak percaya. Bahkan televisi pemerintah, CCTV membuat program khusus pengesahaan dengan melakukan angket. Berdasarkan angket sina.com.cn, situs China yang paling tinggi dikunjungi, 72 persen dari 4.000 orang yang ditanya, mengatakan mereka mengatakan tes tersebut tidak “fair”. Hanya 6 persen yang mengakui!

Bisnis Otomotif di Mesir "Mati"

KAIRO, KOMPAS.com - Gelombang kerusuhan di Mesir kembali "memakan korban" di sektor industri otomotif yang lumpuh akibat beberapa produsen menghentikan kegiatan produksi. Situasi masih belum kondusif dan unjuk rasa akan berlangsung lama.

Setelah Nissan, kini menyusul General Motors (GM) menghentikan kegiatan pabriknya, kemarin. "Seluruh pekerja kami di Mesir termasuk fasilitas pabrik dalam kondisi aman. Tim lokal kami di Kairo menunggu situasi mereda baru bisa melanjutkan usaha. Sekarang kegiatan produksi dihentikan," ujar GM seperti dilansir just-auto (2/2).

Daimler dan BMW juga melakukan hal serupa dan berupaya menarik pegawai lokalnya kembali ke Eropa secepat mungkin. Kedua perusahaan ini semula sempat ingin kembali beroperasi akhir pekan ini, tapi kondisi semakin tak menentu sehingga niat tersebut urung.

Perwakilan pabrikan mobil dari Jerman lainnya, Volkswagen juga menghentikan impor mobilnya dari Inggris karena takut unit tak sampai pada jaringan penjualan di Mesir.

Mesir menjadi salah satu pasar penting bagi beberapa produsen mobil. Pada 2009, total produksi otomotif di negeri ini mencapai 100.000 unit yang dipasok baik ke pasar domestik maupun ekspor ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Suzuki APV Pikap Ramaikan Pasar Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Suzuki Indomobil Sales meluncurkan Mega Carry guna memperkuat penjualan di segmen komersial yang sejak 2005 cuma dipasok untuk pasar ekspor. Sebenarnya, kendaraan ini merupakan versi pikap dari multi purpose vehicle APV dengan daya angkut lebih besar sampai 1,5 ton dibanding Suzuki Carry yang cuma 1 ton.

Spesifikasi mesinnya pun sama, 1.493 cc, berdaya 92,4 PS pada 6.000 rpm, dan torsi 126 Nm pada 3.000 rpm. Konsumsi bahan bakarnya diklaim 1 liter untuk 12,6 km.

Davy Tulian, Direktur Penjualan Roda 4 PT Suzuki Indomobil Sales mengatakan, pertumbuhan pasar pikap kecil di Indonesia sangat potensial. Tahun lalu, total pasar tercatat 67.644 unit, melesat nyaris dua kali lipat atau 98,8 persen dari 2009 yang cuma 34.032 unit.

Dari pasar itu, Suzuki Carry lawas terjual hingga 31.336 unit atau menguasai 46,3 persen penjualan. "Target untuk Mega Carry kita tetapkan 6.000 unit tahun ini dan total (plus Carry lawas) jadi 42.000-an," urai Davy di sela-sela peluncuran Mega Carry di Mangga Dua Square, Jakarta Utara, hari ini.

Mega Carry ditawarkan hanya dalam satu varian dengan banderol Rp 84 juta on the road Jakarta. "Harga masih promosi dan akan dipertahankan setidaknya satu bulan ke depan," tambah Davy.

Badai Salju "Bekukan" Industri Otomotif di AS

TEXAS, KOMPAS.com — Jika di Mesir beberapa produsen otomotif terpaksa menghentikan produksi karena kondisi negara karut-marut, di Amerika, General Motors, Ford, Subaru, Mitsubishi, dan Honda tidak melakukan produksi (menutup pabrik) akibat badai salju.

Posisi semua pabrik otomotif di atas berada di Amerika Tengah, sepanjang Texas menuju Indiana. GM contohnya tepat berada di Texas, Kansas, Missouri, dan Indiana. Subaru dan Honda di Indiana. Ford di Missouri. Sedangkan Mitsubishi di Illinois. "Gudang komponen di 525 lokasi banyak tersebar di Ohio, Michigan, dan Indiana. Kami terus memonitor kondisinya secara saksama," ujar Ed Miller, Juru Bicara Honda Amerika Utara, seperti dilansir autonews, hari ini.

Pasokan komponen pun terhambat karena cuaca yang tak memungkinkan untuk kegiatan distribusi. Terakhir, jaringan penjualan (dealer) juga menutup usahanya karena tak ada konsumen yang keluar rumah.

"Kami akan mengambil keputusan yang tepat bagi setiap pabrik dengan melihat seperti apa kondisi yang ditimbulkan cuaca," ujar juru bicara GM, Kim Carpenter.

Ford terpaksa membatalkan produksi Escape di pabrik Kansas City (Missouri). Fasilitas milik Subaru di Lafayette (Indiana) juga mengakhiri produksi beberapa model: Subaru Legacy, Outback, Tribeca, dan Toyota Camry. Sedangkan Honda membatalkan rencana produksi Civic di pabrik Greensburg (Indiana).

Smart-Tech, Mesin GM Rancang-Bangun Asli India

NEW DELHI, KOMPAS.com – Inilah satu kelebihahan industri otomotif India. Produsen mobil yang ingin menikmati pasar di negara tersebut, selain harus mengikuti selera pasar yang khas, juga mesti memproduksi mesin hasil “brain ware” putra-putri India.

Itulah yang dilakukan General Motors. Akhir bulan lalu, bos General Motors Internasional, Tim Lee memperkenalkan mesin baru asli hasil rancang-bangun atau rekayasa putra-putra India yang disebut “State of the Art Smart-Tech Engine”. Komentar Lee, ”India adalah kunci pasar GM. Karena itu terus mengembangkan kemampuan sumber daya lokal , utamanya segmen kendaraan yang paling disukai di India.”

Mesin hasil rancang-bangun India tersebut - ciri khas negara itu - berkapasitas 1,2 liter. Pengembangan dilakukan di Pusat Teknik GM di India, Bangalore dan selanjutnya diproduksi di pabrik mesin baru GM di negara tersebut, Talegaon.

“Mesin baru kami merupakan hasil pengembangan dari Departemen R&D yang telah melaui tes validasi beribu-ribu jam. Peforma mesin dioptimalkan sesuai dengan kondisi India melalu teknik desain yang inovatif,” jelas Karl Slym, President & Managing Director, General Motors India. “Mesin ini memperlihatkan kemampuan rekayasa India yang sesungguhnya,” tambah Slym..

Mesin Smart-Tech mengggunakan kepala silinder dari aluminium, blok silinder dengan skirt dalam dan piston yang enteng, tekanan per piston yang ringan. Dengan itu pula kerja meisn menjadi lebih efisiens atau konsumsi bahan bakarnya makin irit.

Mesin DOHC yang dikembangkan India tersebut, menggunakan mekanis penggerak katup langsung, saluran dari isap plastik (untuk memperoleh torsi pada putaran rendah) dan poros engkol dengan bobot pengimbang enteng untuk mengurangi getaran dan suara bersisik.

Sebelumnya Insinyur otomotif India juga berhasil mengembangkan mesin 1,0 dan 1,2 liter Suzuki (Maruti-Suizuki) yang digunakan pada Karimun Estilo dan Splash. Kehebatan mesin yang dikembangkan oleh insinyur India tersebut memperoleh pengakuan dari prinsipal. Karena kemampuan ini pula, wajar harga mobil di negara tersebut jadi lebih terjangkau.

Januari 2011, Penjualan GM di China 20 Persen

SHANGHAI, KOMPAS.com – Penjualan GM di China selama Januari 2011 diperkirakan naik kendati insentif dari pemerintah masa berlakukanya sudah habis, termasuk pembatasan pemberian nomor polisisi oleh pemerintah kota Beijing.

Penjualan diprediksi naik 20 persen dibandingkan Januari 2010. Periode yang sama tahun lalu, penjualan naik sampai 137 persen. Karena itu, menurut China Car Times, selama Januari lalu penjualan GM di atas 200.000 unit. Kenaikkan dipicu oleh kebutuhan konsumen menyambut tahun baru China (besok). Karena itu pula pembuktian kondisi sebenarnya baru ketahui pada Februari dan Maret.

“Penjualan selama Desember sangat tinggi karena konsumen buru-buru membeli mobil sebelum batas waktu pemberian insetif habis di akhir tahun. Tetapi melihat penjualan selama Januari , ternyata masih tinggi,” jelas Terry Johnsson, Wakil Presiden GM China yang diwawacarai Reuter.

Sebagai patokan, GM yang bermitra dengan SAIC Motor dan FAW, pada Januari 2010 menjual 210.192 unit kendaraan. Angka penjualan akan dirilis setelah perayaan tahun baru China pada Februari. Sebelumnya penjualan mobil menjulang tinggi di China karena Beijing meluncurkan insentif pajak pada 2009 untuk mobil bermesin 1,6 liter ke bawah.

Hasilnya, China sukses sebagai pasar dengan penjualan unit terbanyak di dunia melangkah Amerika Serikat pada 2009 dan 2010.

Honda Civic Gen-9

AMERIKA, KOMPAS.com - Munculnya konsep Honda Civic kupe dan sedan Civic di Detroit Auto Show 2011 menandakan bahwa Civic 2012 generasi kesembilan akan segera menyusul, tepatnya pada musim semi ini. Namun, dalam siaran persnya tidak dirincikan spesifikasi dan mesin.

Tapi, dalam forum "Temple of VTEC" ada beberapa sumber membocorkan kalau Civic Gen-9 akan menggunakan mesin bensin berkapasitas 2.4L, sama persis dengan Acura TSX. Mesin baru empat silinder ini akan menggantikan versi sebelumnya yang 2.0L berkode K20Z3 yang mempunyai tenaga 197 HP. Sedang yang 2.4L diperkirakan akan bertenaga lebih 200 HP dan torsinya pun sangat signifikan.

Ada bocoran lainnya, bahwa line-up Civic di Amerika tak cuma dengan jantung pacu 2.4L, tapi juga disediakan yang 1.8L. Katanya, ada pengembangan yang mengarahkan ke efisiensi bahan bakar (lebih irit) dan ini mungkin untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah Amerika yang pada 2017 memberlakukan soal efisiensi bahan bakar.

Selain mesin, konon warna mobil pun ditambah putih dan abu-abu untuk sedannya.Untuk yang suka dengan transmisi manual, bisa ditemukan seperti pada sedan DX dan LX.